Jumat, Maret 14, 2008

Takut Pada 6 Hal

Semangat berwirausaha membuat kita menjadi pemberani. Karena seorang entrepreneur itu adalah seorang yang berani mengambil resiko. Banyak saran pengusaha sukses yang melecut kita untuk just take an action. Asal kalau gagal gak bikin melarat, kerjakan saja. Keberanian ini lambat laun mengikis habis ketakutan kita akan kegagalan. Bahkan kegagalan dianggap sebagai ongkos belajar. Kegagalan sebagai jalan menuju keberhasilan. Semakin sering gagal semakin sering belajar. Lalu pisau analisa semakin tajam, sebagai jalan untuk membuka ladang kesuksesan.

Lalu bolehkah kita punya rasa takut? Tentu saja sejauh rasa takut itu sebagai rem penyeimbang bagi gas yang kita geber, tidak ada salahnya kita pelihara. Apalagi itu sebagai bahan kontemplasi. Muhasabah bagi diri sendiri yang selama ini lari kencang penuh keberanian semangat empat lima.

Ustman Bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu menasihatkan kepada kita bahwa sebagai mukmin seharusnya kita takut kepada enam hal (seperti dikutip dari Majalah Tarbawi Edisi 176 Th. 9, Rabi’ul Awwal 1429H):

Keenam hal itu adalah:
1. Takut kepada Allah, jangan-jangan Allah mencabut keimanan kata.
2. Takut kepada Malaikat Pencatat Amal, jangan-jangan mereka menulis amal kita dengan catatan yang sangat memalukan kita jika dibeberkan pada hari kiamat nanti.
3. Takut kepada syaitan, jangan-jangan syaitan berhasil merusak amal yang kita kerjakan.
4. Takut kepada Malaikat Maut, jangan-jangan ia mencabut nyawa kita pada saat kita lupa kepada Allah.
5. Takut kepada dunia, jangan-jangan dunia itu membuat kita terlena sehingga kita melupakan urusan akhirat.
6. Takut keluarga sendiri, jangan-jangan mereka terlalu menyibukkan kita dalam memenuhi urusan mereka sehingga kita melupakan ketaatan kita kepada Allah.

Tepatnya ketakutan ini sebagai kewaspadaan kita agar tidak keluar track jalan lurusnya dalam aktivitas kita di dunia. Karena aktivitas dunia ini berefek pada kehidupan di akhirat.

Choirul Asyhar
http://lintasankatahati.blogspot.com
http://harakahbookstore.blogspot.com

3 komentar:

Family Collection mengatakan...

Salam kenal, pak....kata2 dalam posting ini menjawab permasalahan sebagian rekan2 TDA di semarang...bahwa ,menjadi entrepreneur harus berani menimbang2 resiko, terutama resiko gagalnya... selama tidak membuat melarat, ya lakukan saja. Setuju sekali!!.:) Mohon ijin,pak... tulisan bapak saya copas ke milis tdasemarang ya? Maturnuwuuun..

izha mengatakan...

oh iya... mohon ijin juga link ke blog saya ya?
http://izhayusmal.wordpress.com

salam
izhayusmal

Choirul Asyhar mengatakan...

Bu Izha, terima kasih atas kunjungannya. Silakan di copas maupun di link ke blog anti. Semoga banyak yang mendapat manfaatnya. Amin.