Selasa, Januari 27, 2009

Jumat, Januari 23, 2009

256 Israel Tewas dan 1327 Cedera Selama Perang Gaza

Kepala Shin Bet: “Israel Kalah Telak dalam Perang 22 Hari."

Perang 22 hari telah berakhir sementara ini. Tanggal 19 Januari Zionis Yahudi mengumumkan gencatan senjata sepihak. Hamas pun menerimanya dengan syarat dalam sepekan Zionis Yahudi harus menarik seluruh tentaranya dari Gaza. Jika tidak, maka gencatan senjata sepihak itupun boleh diabaikan.

Agaknya, Israel sadar bahwa mereka telah kalah dalam peperangan ini. Peperangan yang oleh Hamas diberi nama Harb al Furqon. Perang pembeda. Pembeda antar haq dan bathil, antara teman dan lawan, antara sebelum dan sesudah perang.

Yuval Diskin, kepala Shin Bet, Agen Keamanan Israel, mengakui Israel telah kalah dalam perang 22 hari ini. Muqawama Palestina mengkonfirmasikan 256 orang Israel tewas selama perang di Gaza. Televisi Al-Alam mengutip pengumuman yang dikeluarkan berbagai kelompok pejuang Palestina melaporkan, dari 256 korban di pihak Rezim Zionis Israel, 203 berasal dari tentara dan 53 warga sipil, sementara 1327 lainnya cedera selama perang 22 hari. Korban tewas Zionis diakibatkan terjangan roket pejuang Palestina atau karena kontak senjata. Berdasarkan laporan ini, kelompok pejuang Palestina juga berhasil mengoperasikan 191 ranjau selama perang berlangsung.

Berkaitan dengan itu, Wartawan Koran dan Pakar Militer, Avi Vaksman dalam artikelnya yang dimuat Koran Maariv menulis, media Israel sama sekali tidak menyinggung jumlah korban tewas dan luka di pihaknya guna menjaga mental militer Zionis. Vaksman menambahkan, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert hanya mengkonfirmasikan tewasnya 10 tentara Israel meski jumlah mereka lebih dari 100 orang. Situs Zionis, Debka milik Dinas Intelijen Israel kendati menyatakan tingginya tingkat kerugian yang diderita militer Zionis dalam serangan ke Gaza, namun mereka hanya menyebutkan lebih dari 40 militer Zionis menderita cacat permanen akibat diterjang mortir pejuang Palestina. (Irib)

Senin, Januari 19, 2009

Serangan Israel ke Gaza Sudah Sering Dilakukan

Benarkan serangan Zionis Israel 27 Desember 2008 hanya reaksi atas serangan roket Hamas? Ini adalah kebohongan yang kesekian kali.

Lihatlah video dari Aljazeera ini. Serangan udara Zionis Israel di Gaza ini dilakukan pada tanggal 17 Mei 2007. Lihatlah kebrutalannya. Lihatlah siapa korbannya. Kebrutalan memang selalu nampak dalam setiap serangan mereka. Pantaslah kalau Zionis Israel mendapat kecaman dari seluruh dunia.

Minggu, Januari 18, 2009

Abbas Boikot KTT: Aneh tapi Wajar!

Oleh: Choirul Asyhar

Perang apa yang terjadi di Palestina 27 Desember 2008 sampai hari ini?
Perang Palestina melawan Penjajah Zionis Yahudi?
Jawabannya ya dan tidak.

Ya, jika yang dimaksud sebagai Palestina adalah Hamas. Hamas adalah Palestina dan Palestina adalah Hamas.

Tidak, jika yang dimaksud Palestina adalah semua kelompok masyarakat non Hamas dan Hamas sendiri. Karena yang diperangi Israel hanya Hamas. Dan yang melakukan perlawanan terhadap penyerang -Zionis Yahudi- hanya Hamas. Jadi, ini adalah perang antara Hamas melawan Zionis Yahudi? Betul! Lalu di balik Yahudi ada Amerika dan sekutu-sekutunya. Termasuk di dalamnya, meskipun tidak nyata, ada konsporasi Mesir dan Saudi Arabia. Juga ada pemerintah Palestina sendiri di bawah presiden Mahmoud Abbas.

Maka wajar ketika negara-negara Arab mengadakan KTT luar biasa di Doha, Qatar, ada 3 negara yang sebenarnya berperan penting tidak hadir. Yaitu Mesir, Saudi Arabia dan Pemerintah Otoritas Palestina di bawah Presiden Abbas sendiri.

Mesir kita sudah tahu, di bawah Presiden Housni Mubarrak menutup perbatasan Gaza dengan Rafah, sehingga bangsa Palestina (Hamas) tidak bisa menghirup udara segar di Mesir. Padahal di negerinya sendiri sudah 2 tahun mengalami blokade, pembatasan pasokan air bersih, makanan obat-obatan dan listrik dari Penjajah Zionis. Sampai Israel menyerbu Gaza tanggal 27 Desemberpun, Mesir tak mau membuka perbatasannya. Entah ada kebusukan apa di kepala Presiden Mesir ini.

Saudi Arabia juga kasat mata tidak pernah terang-terangan membela Palestina. Doa sering dipanjatkan tapi tidak jelas dalam dukungan selain itu. Bahkan demostrasi dukungan terhadap Palestina pun difatwakan haram oleh Syekh Shalih Al Fauzan ulama besar Saudi karena dianggap termasuk membuat kerusakan di muka bumi. Kalaupun ada dukungan materi kepada Palestina di satu sisi, disisi lain dukungan terhadap Amerika sekutu Israel Zionis pun tak pernah absen. Jadi tak jelas sebenarnya Raja Saudi ini sedang berjuang untuk apa dan siapa.

Presiden Mahmoud Abbas juga kelihatannya kehabisan kesabarannya untuk terus berjihad merebut kemerdekaan. Dia sudah capek dan pengen hidup tenang dan ayem. Yaitu dengan mengakui keberadaan Isael dan cukup puas Palestina menjadi negara secuil yang kurang lebih hanya 25% dari total negerinya sebelum perang 1947. Maka dia sangat geram dengan Hamas yang tidak kunjung mau mengakui keberadaan Israel dan gigih melakukan gerakan perlawanan. Bahkan meskipun menang Pemilu, PM Ismail Haniyya dari Hamaspun dipecat. Juga menteri-menteri Hamas lainnya. Sementara anggota-anggota Parlemen dari Hamas dijebloskan ke dalam penjara. Maka kini, meskipun aneh, menjadi wajar ketika dia tidak datang dalam KTT yang diadakan justru untuk membicarakan bagaimana membantu rakyat negerinya di Gaza dari genocide yang dilakukan oleh Zionis Yahudi Israel. Aneh, karena dia terkesan tak perduli dengan nasib rakyatnya. Wajar, karena yang dimaksud sebagai rakyatnya -yang sedang dibantai oleh Israel- adalah pengikut Hamas.

Jadi analisis bahwa serangan Israel adalah hasil konspirasi AS dan sekutu-sekutunya termasuk Saudi, Mesir dan Otoritas Palestina sendiri hanya menunggu waktu pembuktiannya. Kecuali jika mereka melakukan tindakan yang berbeda 180 derajat dalam penyesalan dan kesadarannya.

Mari kita amati dan cermati saja berita yang terus berseliweran. Semua fakta akan berjalin berkelindan untuk membuat rajutan buruk dan berbau busuk yang bernama konspirasi itu. Ataukah Allah memberikan hidayah -semoga- sehingga berubah menjadi rajutan indah yang berwujud persatuan negara-negara Arab dalam membela saudara-saudaranya di Gaza dan mengenyahkan penjajah Zionis Israel dari bumi Palestina.

Ismail Haniyya pernah berkata, bahwa perang ini adalah harb al furqon. Perang pembeda. Yang akan membedakan dengan tegas siapa teman dan siapa yang bukan. Setelah Palestina yang dimotori Hamas mencapai kemenangan dengan izin Allah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilham.

Cikarang Baru, 18 Januari 2009

Kamis, Januari 15, 2009

Lihat Kerusakan Di Muka Bumi oleh Yahudi Zionis

PBB Unjuk Gigi: Ancam Israel ke Pengadilan Internasional

Agresi Israel semakin banyak mendapatkan kecaman. Palestina semakin banyak mendapat dukungan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan PBB akhirnya unjuk gigi mengancam Israel diajukan ke Mahkamah International sebagai penjahat perang. Semoga berhasil.... dan wacana ini terus bergaung ke seluruh dunia disuarakan oleh para pemimpin yang hatinya belum mengeras seperti batu (Choirul Asyhar)

INILAH.COM, London – Gagal menghentikan konflik Israel-Palestina di Gaza tak menyurutkan usaha Perserikatan Bangsa Bangsa. Mereka siap mengambil tindakan tegas dengan menyeret Israel ke pengadilan internasional atas pelanggaran HAM.

Dalam sidang umum berikutnya, PBB berharap bisa mendapatkan nasihat dari International Court of Justice (ICJ) mengenai kasus itu. Suratkabar Inggris The Guardian, Rabu (14/1) mengutip dari Deplu Inggris bahwa mereka mendapat tekanan dari penasihat hukum untuk mengikuti hasil konsultasi ICJ.

“Masalah ini sudah siap dibahas. Kami telah meminta penyelidikan berdasarkan bukti yang ada,” ujar sumber Departemen Luar Negeri Inggris yang namanya tak ingin disebutkan.
Beberapa pengacara kelas internasional mengirimkan surat kepada PM Inggris Gordon Brown untuk segera mengakhiri konflik Gaza.

“Pemerintah Inggris memiliki kewajiban mematuhi hukum internasional dan menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional,” demikian kutipan dari surat itu. Para pengacara itu berpendapat, Israel melanggar hukum internasional. Sebab mereka secara langsung menyerang rakyat sipil dan gagal membuat diskriminasi antara rakyat sipil dan pejuang Hamas.

Reporter spesial PBB di Palestina Richard Falk, mengatakan, Israel adalah penjahat kemanusiaan. Falk yang keturunan Yahudi itu, bahkan meminta Pengadilan Kriminal Internasional menyeret pimpinan Israel beserta komando militernya untuk diadili.
“Ada pemahaman bahwa serangan Israel ke Gaza dan taktik yang mereka gunakan merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB, Konvensi Jenewa, hukum internasional, dan hukum kemanusiaan internasional,” ujar Falk.

Falk diusir oleh pemerintah Israel karena kritik tajamnya terhadap kebijakan luar negeri Israel untuk Palestina, penduduk asli di wilayah sengketa itu. “Ahli hukum independen berpendapat Israel merupakan kekuatan yang menjajah,” imbuhnya.[vin/nuz]

Rabu, Januari 14, 2009

Fatwa Nyeleneh Syekh Saalih Al Fauzan

Demo anti-Israel terjadi dimana-mana. Baik di negara Islam maupun di negara Barat yang non Muslim. Bahkan juga di beberapa kota di Amerika, karibnya negara Yahudi itu.

Banyak demo yang berlangsung damai meskipun di dalamnya disampaikan orasi-orasi galak karena gemas dengan arogansi negara Zionis Yahudi itu, seperti yang dilakukan oleh. mahasiswa, partai Islam dan ormas-ormas di Indonesia.

Tiba-tiba seorang ulama besar Saudi Arabia mengeluarkan fatwa nyeleneh. Ketika jumhur ulama dunia menyatakan dukungan kepada Palestina dengan berbagai tindakan, justru Syekh Saalih Al Fauzan, ulama Saudi ini mengeluarkan fatwa lain: para demonstran yang mendukung perlawanan bangsa Palestina melawan Israel sebagai yang membuat kerusakan di bumi (fassad fill Arad) dengan mengatakan bahwa mereka hanyalah menimbulkan kemarahan dan agresi yang menghasut.

Lho??????

Kalau demo saja disebut membuat kerusakan di muka bumi, lalu Yahudi Israel yang 60 tahun menjajah tanah Palestina dan kini memborbardir Gaza dengan ribuan ton bom dan membunuh 900 orang dan melukai 4000-an lainnya, mereka disebut apa?

Lalu Amerika yang memporakporandakan kehidupan di Iraq, setelah memfitnah Iraq memiliki senjata pemusnah massal dan menggantung Saddam Hussein disebut apa?

Lalu Amerika yang menyerang Afganistan habis-habisan dengan dalih mencari Usama bin Laden disebut apa?

Lalu Hosni (yang tidak) Mubarak yang memblokade Gaza dari belakang, dan sampai kini tidak mendukung Palestina, dia disebut apa?

Lalu Saudi Arabia yang menyediakan banyak tanahnya bagi pangkalan militer AS yang kemudian membuat kerusakan perikehidupan di Saudi sendiri dan juga kerusakan serta ketidakadilan di Timur Tengah, dia disebut apa?

Kalau berdemo saja disebut fassad fil ardh, lalu Amerika, Zionis Israel, dan negara-negara Arab yang pro AS itu sedang berbuat apa? Berbuat kebaikan?

Adakah Syekh Saalih Al Fauzan mengeluarkan fatwa untuk kerusakan yang sangat dahsyat diseluruh dunia yang dilakukan oleh AS, Israel dan sekutu-sekutunya termasuk pemerintahannya sendiri, Mesir, Jordan dan Raja-Raja Arab lainnya?

Saudi Arabia kesekian kalinya membuat kita -atau saya- prihatin.

Sebelumnya bertolak belakang dengan fatwa nyeleneh Al Fauzan, seorang ulama Saudi Arabia lainnya, Sheikh Awad Al-Qarni, menyerukan agar dilakukan penyerangan terhadap fasilitas dan orang Israel dimanapun berada, sebagai pembalaaan atas serangan brutal Israel terhadap Palestina di Gaza. Maka ganjarannya adalah ulama Saudi yang berani itu ditangkap oleh petugas keamanan Saudi Arabia.

Tidakkah takut kita -apalagi ulama- dengan cara-cara pemutarbalikan fakta seperti yang dilakukan orang munafik sebagaimana yang disampaikan oleh Allah dalam surat Al Baqarah : 11? Sehingga tidak lagi jelas siapa yang berbuat kerusakan dan siapa yang berbuat kebaikan.


وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون

Wa idza qiila lahum laa tufsidu ful ardh, qaalu innama nahnu mushlihuun.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
Ya Allah peliharalah kami dari sifat munafik.

Sekelumit tentang Syekh Saalih al-Fauzan.

Dia adalah seorang Ulama dan Pejabat kehakiman Saudi Arabia.

Dia ketua hakim mahkamah Agung dan ulama hukum top bidang Islam (Syari’ah). Statemen Ulama tersebut muncul setelah Saudi Arabia diguncang demonstrasi anti serangan Israel ke wilayah Gaza. Dalam demo tersebut, seorang demonstran terluka dan 11 orang lainnya ditangkap polisi. Syeikh Fauzan juga merupakan anggota Dewan ulama, yang bertugas memberikan nasehat kepada Mufti Besar Saudi Arabia.

Ismail Haniyya: Perlawanan Hamas Penuh Keajaiban

Allahu akbar, Allahu akbar Walillahilhamdu
Ini yang bisa saya ucapkan ketika membaca pernyataan PM Palestina Ismail Haniyya. Beliau menyatakan perlawanan mujahid-mujahid Palestina di Gaza penuh keajaiban. Sejak tanggal 3 Januari 2009, penjajah Yahudi melakukan seranga darat, sampai hari ini belum berhasil memasuki Gaza. Allah menjaga dan menolong hamba-hambanya mujahid yang bertaqwa, insya Allah.

Bahkan memasuki hari ke-18 perang di Gaza, para mujahid Palestina kembali menewaskan 3 serdadu penjajah Zionis Yahudi dalam pertempuran di dekat Khan Yunis.
Para pejuang Hamas juga berhasil menghancurkan 2 tank zionis Yahudi di Gaza city.
Sejauh ini penjajah zionis Israel gagal memasuki Gaza city meskipun telah mengirim ribuan tentara cadangannya untuk menginvasi kota tersebut, demikian laporan Press TV.

Hamas bertekad untuk meraih kemenangan atas penjajah Zionis Yahudi. Bahkan penduduk Gaza sekarang lebih kuat, dan seluruh bangsa Palestina bersatu menghadapi invazi zionis Yahudi.

“Darah penduduk Palestina tidak akan sia-sia, dan insya Allah kita akan memperoleh kemenangan,” kata Haniyeh, sambil menyebut perlawanan para mujahid Palestina di gaza sebagai “Miracle/keajaiban”.

Sabtu, Januari 10, 2009

Kenapa Zionis Yahudi Seperti Babi Buta?

Korban gugur di Gaza sampai hari ke 13 ini telah mencapai 780 orang, dan korban luka-luka mencapai 3250 an.


Saya tidak habis pikir kenapa Zionis Yahudi ini sedemikian membabi butanya menghadapi jeweran roket Hamas itu? Saya bayangkan roket Hamas seperti kembang api, tapi Zionis Yahudi membalasnya dengan mercon bumbung. Dan tak cukup sekali tapi berkali-kali. Bahkan tadi saya baca berita, bahwa Tel Aviv tidak akan menghentikan serangannya ke Gaza sampai Hamas habis. Inilah yang saya katakana mereka sangat membabi buta. Sudah kayak babi, buta pula….

Saya juga teringat ketika seorang serdadu Zionis Yahudi diculik oleh Hamas, mereka membalasnya dengan memborbardir wilayah Palestine. Alasannya mencari si serdadu itu. Mereka sangat menghargai seorang serdadu Yahudi di satu sisi. Di sisi lain mereka sangat meremehkan nyawa ratusan orang non-Yahudi.

Penasaran dengan nafsu angkara murka Zionis Yahudi ini, saya membuka-buka buku lama yang belum pernah saya baca secara serius. Saya terperanjat membacanya. Sambil tercekat tak percaya, tapi kenyataan menunjukkan kebenaran tulisan di buku itu telah terjadi dan akan terus terjadi di Palestina.

Beberapa ucapan tokoh Zionis Yahudi dari buku itu adalah:
1. Theodore Hertzel, salah seorang pendiri gerakan Zionis, 1895: ”Penduduk asli ini hanya didorong untuk bermigrasi sampai melewati perbatasan dengan melarangnya untuk bekerja.”
Nyata bahwa pemboikotan, blokade dan sebagainya tujuannya adalah mengusir penduduk asli yaitu bangsa Arab Palestina.

2. Theodore Hertzel juga pernah berkata, ”Kita berusaha mengeluarkan para penduduk miskin itu sampai perbatasan, dengan berusaha untuk mendapatkan pekerjaan bagi mereka di negara deportan. Kita jelas-jelas menolak mereka bekerja di negara kita.”

Maknanya pengusiran juga. Tapi lebih humanis dengan mencarikan pekerjaan di negara lain. Bukan di Palestina. Maknanya tetap sama: pengusiran!

3. Tapi humanisme sebenarnya hanya lips service saja, Hertzel dengan biadab melanjutkan: ”Jika kita berpindah ke suatu wilayah baru, di mana ditempat itu banyak binatang buas yang bangsa Yahudi tidak terbiasa dengan kondisi itu, seperti ular besar berbisa, maka saya akan berusaha untuk memakai penduduk primitif itu untuk mengusir binatang-binatang tersebut sebelum saya mendapatkan suatu pekerjaan untuknya di negara yang ditempati mereka.”

Jadi sebelum berhasil mengusir, Zionis Yahudi akan melakukan penindasan terhadap penduduk asli yang disebut miskin dan primitif itu. Ada pengakuan bahwa Arab sebagai penduduk asli, sekaligus pelecehan mereka sebagai miskin dan primitif.

4. Balfour, tokoh penjajah Zionis lainnya pernah berkata: ”Di Palestina, kami tidak berfikir sama sekali untuk mendengarkan usulan apapun dari penduduk asli dan mengetahui keinginan-keinginannya.”

Jelas bahwa perundingan yang selama ini digagas oleh sekutu-sekutu mereka hanyalah akal-akalan mereka saja. Toh sebenarnya mereka tidak ingin mendengarkan apapun dari bangsa Palestine. Usulan dan keinginan-keinginan mereka bagai angin lalu saja. Dan demi mengurangi dan meredam kekesalan dunia international. Maka wajar jika Hamas anti berunding dengan Zionis Yahudi ini. Karena mereka pasti menghianati perundingan itu sendiri. Jangankan Hamas, Nabi Musa a.s. yang membebaskan mereka dari kejaran Firaun, dengan mukjizat membelah laut pun, dikhianati pula setibanya di sebarang lautan.

5. Goulda Meir, mantan PM negara Yahudi itu, bahkan menganggap di Palestina itu tidak ada siapa-siapa kecuali orang-orang Zionis Yahudi. ”Di sana tidak ada yang disebut orang Palestina, mereka tidak punya eksistensi.”

Hilangnya pengakuan eksistensi kemanusiaan bangsa Palestina, wajar saja membuat mereka melakukan dan membenarkan tindakan apa saja terhadap bangsa Palestina, termasuk menjatuhkan ratusan ton bom ke atas Gaza saat ini demi hangusnya bangsa Palestina.

6. Harun Yadlin, mantan menteri pendidikan Zionis, tahun 1974, pernah mengatakan, ”Yang paling penting bahwa para pemuda itu harus tahu saat kami kembali ke negeri ini tidak ada bangsa apapun di dalamnya.”

Melalui pendidikan, Zionis hendak mengingkari sejarah dengan mengajarkan kepada anak-anak sekolah, bahwa ketika Yahudi datang, tanah Palestina ini kosong! Sungguh kebohongan yang terstruktur sudah direncanakan dengan baik, meskipun harus membuat sejarah palsu. Dengan menanamkan kebohongan sejak dini kepada anak-anak. Yang pada gilirannya sama saja dengan menanamkan kebencian kepada bangsa Palestine yang dianggap tidak berhak atas negerinya sendiri.

Bahkan dia menggunakan istilah ”kami kembali” bukan datang atau pindah. Seakan Yahudi memang punya hak atas tanah Palestina ini.

7. Menahim Begin, juga mantan PM penjajah Yahudi itu jelas mengatakan: ”Warga Palestina itu hanyalah sekedar kecoak-kecoak yang harus dienyahkan.”

Maka, jelas mengapa mereka menutup telinga terhadap seruan kemanusiaan, karena mereka merasa sedang menyemprotkan obat anti kecoak ke balik lemari makan. Bangsa Palestina dianggap bukan sebuah bangsa, tapi binatang yang harus dienyahkan.

8. Menahim Begin juga berkata, ”Kita harus sadar dan tahu bahwa tidak ada tempat di negeri ini untuk dua bangsa. Maka satu-satunya solisi adalah bangsa Palestina harus dibersihkan dari tanah Israel. Dan tidak ada jalan selain mendeportasi mereka ke negara-negara tetangga, maka deportasi mereka tanpa kecuali. Dan di sini tak ada suatu desa atau keluarga Arab manapun.”

Saya tak bisa berkomentar, ketika dia mengatakan bahwa inilah satu-satunya solusi. Jadi bukan hanya Hamas yang tidak mengakui Negara Yahudi yang menamakan diri Israel itu. Tapi Zionis Yahudi pun tak akan mengakui keberadaan negara Palestina. Jadi kalau Hamas bertekad mengusir Zionis Yahudi, merekapun juga bertekad mengusir bangsa Palestina. Bedanya kalau Hamas mengusir penjajah. Zionis Yahudi hendak mengusir bangsa yang dijajah. Maka, ini bukan sekedar penjajahan ”biasa” tapi perampasan wilayah.

9. Hal ini juga telah dikatakan pada tahun 1940 oleh Yousef Watz dalam buku hariannya, ”Tak ada tempat bagi dua bangsa di wilayah ini. Dan tak ada solusi selain memindahkan bangsa Arab dari sini ke negara-negara tetangga.”

Tidak saja pengusiran secara paksa yang berkedok pemindahan atas bangsa Palestina, tetapi juga pemaksaan negara tetangga untuk menerimanya. Arogan tampak jelas ada pada diri Yahudi zionis ini.

Lihat bagaimana ngotot dan memaksanya mereka ketika Yousef menulis, ”Persoalan pemindahan bangsa Arab dan mengembalikannya ke tanah airnya di negara-negara tetangga adalah persoalan yang tak dapat dielakkan lagi.”

10. Bagaimana jika bangsa Palestina tidak mau dideportasi? David Ben Goreon, zionis, dosen juga menulis dalam bukunya, ”Tidak ada tempat bagi non-Yahudi di negara kita ini dan kami akan mengatakan kepada Bangsa Arab: ’Ayo silakan anda pergi! Kalau mereka tidak mau dan mengadakan perlawanan, kami akan memindahkan mereka dengan cara paksa.”

11. Melalui pendidikan di sekolah ditanamkan kebencian terhadap bangsa Arab. Doktrin ini juga diberikan dengan atas nama agama. Lihat pengakuan Moseh Manogen, ”Mereka mengajarkan kepada kami untuk benci terhadap Bangsa Arab di gimnasium (SMA). Mereka mengajarkan kepada kami lebih dari itu, yaitu mendeportasi mereka atas dasar bahwa Palestina adalah negeri kita, bukan negeri mereka. Kita bisa merujuk masalah ini pada kitan Taurat.”

(bersambung....insya Allah)

Jumat, Januari 09, 2009

Hari ke-13 Agresi ke Gaza: 780 Gugur dan 3250 Lebih Terluka

[ 09/01/2009 - 03:56 ]

Gaza-Infopalestina: Korban serangan serdadu Israel yang dilancarkan lewat darat, udara dan laut terus bertambah. Menginjak pekan kedua gempuran ke Gaza sudah lebih dari 780 korban meninggal dan 3250 lainya luka-luka.


Menurut Direktur Layanan Ambulan dan Emergency Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain menyebutkan, jumlah syuhada terus meningkat mencapai 780 syuhada, kebanyakan anak-anak dan wanita. Pada Kamis (8/1), tim medis menemukan lebih dari 50 jenazah yang meninggal akibat kebidaban Israel.

Menurut Husnain jasad para korban tersebut ditemukan di bawah reruntuhan rumah-rumah yang hancur akibat bombardemen rudal-rudal Israel. Sementara mobil-mobil ambulans tidak bisa mencapai lokasi korban, karena dihalang-halangi serdadu Israel. Husnain menambahkan, pihaknya masih mencari jenazah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempuran roket Israel. Para petugas medis tidak bisa mencapai lokasi karena mendapat ancaman dari serdadu Zionis yang akan menggempur mereka lagi jika masuk lokasi serangan.

Serdadu Israel, Selasa kemarin, memusatkan seranganya ke rumah-rumah warga dan sekolah milik PBB. Akibatnya ratusan anak sekolah yang berlindung di sana tewas seketika. Sebanyak 135 anak bergelimpangan di antara puing dan reruntuhan bangunan.

Mereka juga menggempur masjid-masjid yang berada di Gaza. Sebanyak 15 masjid luluh lantak terkena rudal Israel. Mereka semakin beringas menyusul kegagalanya dalam manghadapi serangan perlawanan yang berimbas pada tewasnya puluhan serdadu dan ratusan lainya luka. Mereka melampiaskan dendamnya kepada rakyat sipil Palestina.

Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.

Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.

Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel.

Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.

Anak-anak di Sisi Jasad Ibu Mereka

[ 09/01/2009 - 10:53 ]

Gaza – Infopalestina: Organisasi Palang Merah Internasional, Kamis (08/01), mengumumkan 4 mobil ambulan milik palang merah dan bulan sabit merah Palestina sampai di sejumlah rumah di kampong Zaitu, kota Gaza, yang hancur akibat bombardemen Israel. Pihaknya menemukan banyak jasad korban yang meninggal sementara anak-anak duduk di sisi jasad ibu-ibu mereka.

Dalam pernyataan yang salinannya diterima koresponen Infopalestina, Palang Merah Internasional menegaskan pihaknya telah meminta jaminan lalu-lintas yang aman agar mobil-mobil ambulan bisa sampai ke kampong ini sejak 3 Januari lalu. Namun sama sekali tidak mendapatkan izin dari militer Israel kecuali, Rabu (07/01) siang.

Menurutnya, “Tim gabungan antara Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Palestina menemukan di sebuah rumah 4 orang bocah yang sedang duduk di sisi jasad ibu mereka. Dengan gemetar mereka menyampaikan tidak mampu lagi berdiri.” Sementara itu anggota tim gabungan menemukan seorang laki-laki yang masing hidup bersama 12 jasad korban lainnya yang sudah meninggal.

Di rumah yang berbeda tim menemukan 15 orang lain yang selamat dari serangan Israel, di antara mereka ada beberapa yang terluka. Di rumah yang lain juga ditemuka 3 jasad korban yang sudah meninggal.

Kepala Delegasi Palang Merah Internasional di Palestina, Bayer Fitash mengatakan “ini adalah peristiwa yang mengerikan. Dipastikan pasukan militer Israel mengetahui kondisi ini namun tidak mau memberikan bantuan kepada korban yang terluka. Mereka juga tidak mengizinkan kami dan Bulan Sabit Merah membantu mereka.”

Fitash menambahkan, “Tembok tinggi dari tanah yang didirikan militer Israel menghalangi mobil-mobil ambulan untuk sampai ke kampung tersebut. Untuk itu, kami terpaksa membawa anak-anak dan korban luka ke mobil ambulan dengan menggunakan gerobak yang ditarik keledai.”

Dia melanjutkan, “Tim gabungan dari Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Palestina berhasil mengecakuasi 18 korban luka dan 12 lainnya yang kondisinya sangat lusuh dan kotor. Tim gabungan juga berhasil mengevakuasi dua jasad korban yang meninggal. Hari ini (Kamis, red) Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah akan mengumpulkan jasad yang masih tertinggal.”

Fitash mengisyaratkan, Palang Merah Internasional tahu bahwa di sana ada korban luka lain yang bersembunyi di rumah-rumah yang hancur di kampung Zaitun. Pihaknya meminta militer Israel memberikan jaminan keamanan kepada timnya dan mobil ambulan Bulan Sabit Merah Palestina untuk lewat dengan aman agar bisa masuk ke kampung tersebut untuk mencari korban luka yang lain.

Sampai saat ini Palang Merah Internasional belum mendapatkan kepastian apapun dari otoritas Israel untuk memberikan kemudahan dalam hal ini. Pihaknya menilai militer Israel telah mengingkari janji kewajibannya sebagaimana ditegaskan dalam hukum kemanusiaan internasional yang mengharuskan Israel memberikan perlindungan kepada korban luka dan mengevakuasi mereka. Penundaan pemberian izin kepada tim penolong untuk masuk ke kampung tersebut adalah hal yang tidak bisa diterima. (seto)