Rabu, Januari 14, 2009

Fatwa Nyeleneh Syekh Saalih Al Fauzan

Demo anti-Israel terjadi dimana-mana. Baik di negara Islam maupun di negara Barat yang non Muslim. Bahkan juga di beberapa kota di Amerika, karibnya negara Yahudi itu.

Banyak demo yang berlangsung damai meskipun di dalamnya disampaikan orasi-orasi galak karena gemas dengan arogansi negara Zionis Yahudi itu, seperti yang dilakukan oleh. mahasiswa, partai Islam dan ormas-ormas di Indonesia.

Tiba-tiba seorang ulama besar Saudi Arabia mengeluarkan fatwa nyeleneh. Ketika jumhur ulama dunia menyatakan dukungan kepada Palestina dengan berbagai tindakan, justru Syekh Saalih Al Fauzan, ulama Saudi ini mengeluarkan fatwa lain: para demonstran yang mendukung perlawanan bangsa Palestina melawan Israel sebagai yang membuat kerusakan di bumi (fassad fill Arad) dengan mengatakan bahwa mereka hanyalah menimbulkan kemarahan dan agresi yang menghasut.

Lho??????

Kalau demo saja disebut membuat kerusakan di muka bumi, lalu Yahudi Israel yang 60 tahun menjajah tanah Palestina dan kini memborbardir Gaza dengan ribuan ton bom dan membunuh 900 orang dan melukai 4000-an lainnya, mereka disebut apa?

Lalu Amerika yang memporakporandakan kehidupan di Iraq, setelah memfitnah Iraq memiliki senjata pemusnah massal dan menggantung Saddam Hussein disebut apa?

Lalu Amerika yang menyerang Afganistan habis-habisan dengan dalih mencari Usama bin Laden disebut apa?

Lalu Hosni (yang tidak) Mubarak yang memblokade Gaza dari belakang, dan sampai kini tidak mendukung Palestina, dia disebut apa?

Lalu Saudi Arabia yang menyediakan banyak tanahnya bagi pangkalan militer AS yang kemudian membuat kerusakan perikehidupan di Saudi sendiri dan juga kerusakan serta ketidakadilan di Timur Tengah, dia disebut apa?

Kalau berdemo saja disebut fassad fil ardh, lalu Amerika, Zionis Israel, dan negara-negara Arab yang pro AS itu sedang berbuat apa? Berbuat kebaikan?

Adakah Syekh Saalih Al Fauzan mengeluarkan fatwa untuk kerusakan yang sangat dahsyat diseluruh dunia yang dilakukan oleh AS, Israel dan sekutu-sekutunya termasuk pemerintahannya sendiri, Mesir, Jordan dan Raja-Raja Arab lainnya?

Saudi Arabia kesekian kalinya membuat kita -atau saya- prihatin.

Sebelumnya bertolak belakang dengan fatwa nyeleneh Al Fauzan, seorang ulama Saudi Arabia lainnya, Sheikh Awad Al-Qarni, menyerukan agar dilakukan penyerangan terhadap fasilitas dan orang Israel dimanapun berada, sebagai pembalaaan atas serangan brutal Israel terhadap Palestina di Gaza. Maka ganjarannya adalah ulama Saudi yang berani itu ditangkap oleh petugas keamanan Saudi Arabia.

Tidakkah takut kita -apalagi ulama- dengan cara-cara pemutarbalikan fakta seperti yang dilakukan orang munafik sebagaimana yang disampaikan oleh Allah dalam surat Al Baqarah : 11? Sehingga tidak lagi jelas siapa yang berbuat kerusakan dan siapa yang berbuat kebaikan.


وإذا قيل لهم لا تفسدوا في الأرض قالوا إنما نحن مصلحون

Wa idza qiila lahum laa tufsidu ful ardh, qaalu innama nahnu mushlihuun.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
Ya Allah peliharalah kami dari sifat munafik.

Sekelumit tentang Syekh Saalih al-Fauzan.

Dia adalah seorang Ulama dan Pejabat kehakiman Saudi Arabia.

Dia ketua hakim mahkamah Agung dan ulama hukum top bidang Islam (Syari’ah). Statemen Ulama tersebut muncul setelah Saudi Arabia diguncang demonstrasi anti serangan Israel ke wilayah Gaza. Dalam demo tersebut, seorang demonstran terluka dan 11 orang lainnya ditangkap polisi. Syeikh Fauzan juga merupakan anggota Dewan ulama, yang bertugas memberikan nasehat kepada Mufti Besar Saudi Arabia.

Tidak ada komentar: