Senin, Februari 04, 2008

The Law Of Attraction

Sebelum Sir Isaac Newton menemukan hokum grafitasi, setiap benda sudah jatuh ke tanah jika dilemparkan. Daun gugur dari pohon juga sudah jatuh ke tanah. Tidak terbang ke udara. Buah jatuh dari pohon bukan melayang. Jadi ditemukan hukum gravitasi atau tidak, hukum benda jatuh ke tanah sudah ada sejak bumi ini diciptakan oleh Allah.

Api juga sudah panas sebelum ilmuwan menemukan teori kalor, kekekalan energi dan sejenisnya. Bahkan tanpa teori-teori itu ilmu yang paling dahsyat mengajari balita kita tentang panasnya api adalah ketika mereka usil menyentuhkan tangannya ke nyala lilin.

Newton menemukan hukum kelembaman, di mana setiap benda yang bergerak akan cenderung terus bergerak dengan kecepatan tetap dan setiap benda yang diam akan terus cenderung diam, jika tidak ada gaya yang mempengaruhinya. Newton mendapatkan teori ini setelah dia melakukan berbagai penelitian kejadian-kejadian di alam semesta ini. Berbagai simulasi dilakukan untuk akhirnya menemukan hukumnya itu. Jadi Newton ’hanya’ merangkai sebuah kesimpulan dari kejadian-kejadian yang ada. Karena belum ada orang lain yang menyatakan sebelumnya, maka hukum ini disebut Hukum Newton. Semua femomena gerakan dan diamnya benda di bumi ini tunduk pada Hukum Newton ini. Tetapi itu tidak berarti tunduk pada Newton sendiri sebagai manusia. Malahan Newton sendiri juga tunduk pada teorinya itu. Kalau jatuh juga ke bawah. Kalau dia sedang diam berdiri, akan njrungup ketika tiba-tiba di dorong dari belakang dengan kekuatan cukup.

Lalu belakangan ada ilmu yang sebenarnya sudah lama didengungkan oleh para filsus kuno, tapi jadi tren baru sejak munculnya film the Secret. Yaitu the Law Of Attaction (Hukum Daya-Tarik) atau disingkat LoA, yang menyatakan bahwa manusia itu seperti magnet. Sehingga setiap detil peristiwa yang dialaminya adalah atas undangan (daya tarik) dirinya sendiri.

Sama dengan hukum-hukum sebelumnya, sebelum muncul istilah dan definisi ini, Allah juga telah menjadikan itu sebagai rangkaian ke-Mahapenciptaan-Nya. Allah menciptakan alam semesta lengkap dengan berbagai sistemnya. Sangat sempurna. Ada api panas, ada air dingin. Ada grafvitasi, ada orbit. Ada energi, ada kekekalannya. Ada gerak, ada kelembamannya. Di Indonesia dan daerah tropis lainnya ada musim hujan ada musim kemaraunya. Di kawasan utara ada 4 musim yang tidak saling berkejaran urutannya. Agar manusia dapat menghitungnya. Agar manusia dapat memanfaatkannya. Ketika musim dingin tiba, produsen mantel telah bersiap-siap dengan produknya. Tidak sampai terjadi, ketika musim hujan, pabrik payung lalai memproduksi payung karena tidak tahu kapan musim hujan datang. Siang dan malam tidak akan tertukar. Malam tidak dapat mengejar siang (QS. Yaasin : 40)

Demikian juga dengan LoA. Allah telah menyatakan dalam al Qur’an ”Ud’unii astajib lakum”. Berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan bagimu (Al Mu’min: 60). Ujibu da’wataddaa’i idza da’ani, Aku mengabulkan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku (QS. Al Baqarah: 186). Ini sudah janji Allah. Tapi Allah juga mengatakan dalam kelanjutan ayat itu, jika kita mau selamat dan selalu dalam kebenaran maka kita harus memenuhi perintah-Nya dan tetap beriman kepada-Nya. (Falyastajiibulii wal yu’minu bii. La’allahum yarsyuduun).

Maka LoA itu ada. Dia Allah sebagai Rabbul ’Alamin (Rab seluruh alam) akan mengabulkan keinginan seluruh hamba-Nya. Hanya saja, Dia mengingatkan bahwa dengan hukum LoA yang bermakna dikabulkannya do’a kita, janganlah kita berpuas diri, lengkapi dengan iman dan menjalankan perintah-Nya agar kita tidak menjadi orang yang rugi.

Alangkah indahnya jika kita sadar bahwa doa kita bisa menjadi magnet yang menarik detail peristiwa yang kita inginkan, ketika si Pemilik Peristiwa itu berkenan melepaskannya untuk kita.

Alangkah indahnya jika kita tidak terbius dengan kehebatan magnet yang kita miliki. Alangkah indahnya jika kita bisa mengendalikan diri tidak merasa hebat sendiri.
Maka dengan kesadaran yang indah ini, akan mengatarkan kita tersungkur bersujud kepada-Nya. Melaksanakan perintah-perintah-Nya, patuh kepada-Nya sehingga kita selalu dalam kebenaran.

Bagaimana jika kita tidak mau melaksanakan perintah-Nya dan tidak beriman kepada-Nya? Apakah the power of feeling masih bekerja? LoA masih efektif? Insya Allah jawabnya ya. Karena memang Allah Maha Rahman kepada semua makhluknya tanpa kecuali. Bukankan Allah memberikan oksigen dan alat pernafasan lengkap kepada semua makhluknya baik mereka mengakui keberadaan-Nya maupun atheis? Bahkan bukan hanya itu. Bukankah Allah sudah berjanji:

من كان يريد الحياة الدنيا وزينتها نوف إليهم أعمالهم فيها وهم فيها لا يبخسون

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (QS. Huud : 15).

Tidak dirugikan di dunia! Tapi bagaimana dengan kehidupan akhirat jika kita ingkar kepada perintah dan larangan-Nya serta tidak mengimani-Nya?

أولئك الذين ليس لهم في الآخرة إلا النار وحبط ما صنعوا فيها وباطل ما كانوا يعملون

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan (QS. Huud : 16)

Sedahsyat apapun energi vibrasi jantung kita, kedahsyatannya tetap masih di bawah the Power of God, si Pencipta, Pemilik, Pemelihara jantung itu sendiri. Sepanas apapun api yang disiapkan oleh Raja Namrud untuk membakar Nabi Ibrahim a.s, tetap menjadi dingin ketika Allah si Pemilik-Hukum-Panasnya-Api mengatakan ”Wahai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. Al Anbiya : 69).

Jadi........?
Mari ber LoA dengan do’a-do’a kita hanya kepada Allah semata.

Cikarang Baru, 4 Februari 2008