Cicak vs Buaya sudah hilang gaungnya, sejak penuntutan terhadap Bibit-Chandra dihentikan. Siapa yang menang? Ya, ini berarti sementara dimenangkan oleh Cicak dari KPK. Karena kedua ketua non-aktif KPK dibebaskan dari tuntutan, maka mereka berhak kembali ke KPK menjalankan tugasnya sebagaimana sebelum mereka di non-aktifkan dulu.
Meskipun kasus ini telah ‘berakhir’, catatan hitam tentang keterlibatan aparat kejaksaan bermain mata dengan markus Anggodo sudah terungkap di depan sidang MK. Ini menambah deretan para jaksa yang main mata dengan cukong markus. Dulu dengan Artalita kini dengan Anggodo.
Lalu ada penggelapan barang bukti ekstasi juga oleh aparat. Lalu ada polisi bintang tujuh (maksudnya bintangnya berderet-deret) juga main mata dengan beruang.
Semua itu mengingatkan saya kepada nasihat Ibu beberapa puluh tahun yang lalu.
Ibu mengatakan bahwa Kakek dulu pernah ‘berfatwa’ agar anak cucunya kelak tidak ada yang menjadi polisi, jaksa dan hakim. Dan satu lagi: jangan jadi petugas pajak. Di mata beliau (alm) keempat profesi itu kotor. Rawan akan penyelewengan jabatan alias cenderung korup.
Kalau saya ingat-ingat, nasihat itu disampaikan saat saya masih SMP. Itu berarti tahun 1977 atau 1978. Memang saat itu saya melihat keempat profesi itu rentan terhadap perilaku korup. Dan karena pemerintah belum setransparan sekarang, keadaan itu hanya sampai level RAHASIA UMUM saja. Tak pernah diusut dan diperkarakan.
Dan almarhum Kakek saya yang sederhana itu telah mampu membacanya. Sehingga keluarlah fatwa larangan itu. Keempat profesi itu seperti telah masuk dalam daftar hitam beliau.
Kini, 30 tahun kemudian………
Wacana clean governance terus didengung-dengungkan. Tapi koran dan TV belum saja bersih dari berita mental korup para pejabat keempat profesi itu. Bukan hanya masih ada. Tapi bahkan dengan ‘kualitas’ yang lebih berbobot. Rekayasanya makin canggih. Dan nilai transaksinyapun fantastis. Nilainya tak terbayangkan oleh kita 30 tahun yang lalu.
Maka, ini berarti fatwa Kakek, bakal saya teruskan menjadi fatwa saya untuk anak-anak saya.
Bukan hanya itu. Bahkan kini makin banyak profesi yang bisa dijadikan alat untuk korupsi. Manajer pengadaan barang dan jasa. Manager personalia yang menjual informasi lowongan kerja dan meloloskan siapapun yang bayar. Bahkan gurupun bisa menyalahgunakan uang BOSS ataupun uang buku. Pegawai TU sekolah bisa menilep uang SPP dsb.
Apakah ini semua bakal aku masukkan ke dalam daftar hitam warisan kakek saya dulu?
Entahlah…..
Cikarang Baru, 19 Dzulhijjah/6 December 2009
Rabu, Desember 16, 2009
Black List
Senin, Desember 14, 2009
Tahukah Anda: Kenapa BMSI Harus Dilarang?

Berikut ini ada tulisan yang saya kutip dari facebook GERAKAN 1 JUTA FACEBOOKERS MENDUKUNG BSMI MELAWAN MONOPOLI RUU PMI
Tahukah anda bahwa lambang Palang merupakan simbol pasukan Knight of Templar dalam perang Salib (crusade) yang berlangsung dua abad yg merupakan bendera unit pasukan paling kejam yang tercatat dalam sejarah kelam dunia...
Tahukah anda bahwa lambang Palang merupakan simbol salib yg sudah memasyarakat di Negara-negara eropa pada Abad 19 yg mayoritas Kristen yg kemudian mereka bersepakat lambang Pelindung untuk kemanusiaan adalah Palang Merah (ICRC)...
Tahukah anda bahwa lambang Palang adalah warisan Penjajah Belanda selama ratusan tahun seperti warisan lainnya yaitu KUHP yg menghukum pencuri kelas teri lebih besar ukurannya daripada para Koruptor...
Tahukah Anda bahwa Lambang Palang kembali difungsikan pd tahun 1945 untuk membebaskan Tentara Penjajah Belanda dari Penjajah Jepang yg kemudian kembali Belanda melakukan Agresi Militer thd Republik Indonesia...
Tahukah anda bahwa lambang Palang yg ditetapkan pada UU No 59/1958, Perperti No 1/1962, Keppres RI No 25/1959 dan Keppres RI no 246/1963 terjadi pada saat Demokrasi Terpimpin dimana kekuasaan pada saat itu terjadi 'Kediktatoran'...
Tahukah anda bahwa Lambang Palang Merah tidak pernah masuk wilayah-wilayah konflik seperti Ambon, Maluku, Tual, Galela pada saat Kerusuhan...
Tahukah anda bahwa PMI tidak pernah langsung mendatangi daerah-daerah konflik Internasional seperti Irak, Pakistan dan Libanon...
Tahukah anda bahwa lambang Palang yg kata Konvensi Jenewa sbg 'penghormatan' kpd Swiss namun Negara tersebut melarang Pembangunan Menara Masjid...
Tahukah Anda bahwa Lambang Palang yg akan diresmikan dlm RUU Lambang Palang Merah akan mengharamkan lambang Bulan Sabit Merah di Indonesia...
Tahukah anda bahwa hakikat organisasi Palang Merah Indonesia sebenarnya adalah juga Organisasi Non Pemerintah / LSM karena tidak disubsidi oleh APBN...
Tahukah Anda bahwa TNI Tidak mempermasalahkan kehadiran Bulan Sabit Merah Indonesia dan PMI, namun tiba-tiba diatas kepentingan TNI/Militer tiba-tiba Pendompleng RUU LPM menghendaki melarang organisasi-organisasi kemanusiaan yg berlambang Bulan Sabit Merah...
Tahukah Anda bahwa kepentingan asing baik ICRC/IFRC diduga berada dibalik hadirnya RUU Lambang Palang Merah...
Apakah kita memilih argumen sejarah bahwa Indonesia sudah ada lambang Palang Merah lantas melarang Lambang Bulan Sabit Merah..
Senin, November 09, 2009
TAKUT KETAHUAN: (SAATNYA KORUPTOR BERTOBAT)
“Takut ketahuan.” Inilah gambaran saya mencermati perkembangan berita Cicak vs Buaya (baru kali ini saya menulis nama hewan dimulai dengan hurup capital).
Bagaimana tidak panic. Tiba-tiba keculasannya memanfaatkan jabatan dan kekayaannya untuk menyuap dan disuap ketahuan oleh penegak hokum. Keistimewaan dan tingginya status social di masyarakat sebentar lagi akan runtuh. Dunia seperti mau kiamat. Langit runtuh. Wajah cerah berubah menjadi hitam pucat. Kehormatan di mata masyarakat sebentar lagi berubah menjadi kehinaan.
Maka pengacara dibayar bagaimana agar mereka bisa membela kesalahannya. Bukan kebenarannya. Pengacara dengan modal kepintarannya menguasai perundang-undangan plus kepiawaian bersilat lidah bisa saja menjadikan yang salah menjadi benar. Koruptor yang culas dibelanya menjadi orang bersih yang banyak jasanya.
Selain membayar pengacara, koruptor dengan kekayaannya yang melimpah ruah juga mencoba cara lain. Membayar makelar kasus yang tugasnya menjadi kurir uang suapnya kepada para penegak hokum. Maka korupsi menjadi lahan bisnis baru. Bukan oleh koruptor tapi justru kini koruptor menjadi obyek bagi sang markus (makelar kasus) itu.
Karena koruptor panic diancam hukuman penjara yang menyakitkan dan memalukan. Sementara kalau menyuap langsung takut malah ditangkap oleh KPK. Maka muncullah markus yang berbusa-busa mengaku mengenal para pejabat tinggi dan berjanji akan menyampaikan uang suap itu kepada mereka. Agar para koruptor lepas dari jerat hukum.
Kini saatnya koruptor dikadalin sama markus.
Markus sebuah pekerjaan yang enak banget. Sebuah profesi “baru” yang tak perlu menunjukkan bukti atas pekerjaannya. Saya pikir pekerjaan jadi markus ini adalah pekerjaan mudah. Tak perlu sekolah untuk jadi markus. Yang diperlukan hanya keberanian. Hasil kerjanya tanpa perlu bukti dan saksi. Tanpa tanda terima. Semua berdasarkan kepercayaan.
Mereka lebih licik dan lebih culas memanfaatkan kepanikan koruptor yang juga culas. Maka koruptor yang selama ini mencuri uang rakyat dengan menyalahgunakan amanah jabatan yang diberikan kepadanya, kini dengan kepanikannya terpaksa harus memberikan kepercayaan kepada seorang yang sebelumnya tak pernah dikenalnya.
Buaya telah dikadali oleh markus.
Mungkin sebelum jaman KPK, markus ini bisa memberikan hasil berupa pembebasan koruptor dari jerat hokum. Kini dengan adanya KPK? Ternyata mereka tetap dan makin berkeliaran. Malah dengan nilai uang suap yang sangat tinggi dan sulit dipercaya. KPK adalah institusi baru yang bisa dijual dengan harga sangat mahal oleh markus.
Syukurlah KPK tak terbukti menerima suap itu.
Saya pingin melaknat para markus itu. Meskipun bukan berarti saya bersimpati kepada para koruptor korban markus itu.
Justru dengan kasus ini diharapkan saatnya koruptor bertobat di penjara masing-masing. Terima saja hukuman itu. Jangan percaya lagi kepada markus. Karena uangnya akan hilang dan mereka tetap saja masuk bui. Terima saja hukuman itu. Penjara adalah tempat yang baik untuk berkontemplasi. Dua-tiga tahun di penjara akan membuat koruptor kembali kepada keimanan sejati. Tak lagi percaya kepada kedigdayaan jabatan dan kekayaannya. Tak lagi percaya kepada calo kasus pak markus. Tapi hanya percaya kepada Allah. Percaya akan keberadaan Allah. Percaya akan kebersamaan Allah. Itulah makna beriman kepada Allah. Allah itu ada dan selalu bersama kita. Yang selalu mencatat perbuatan kita. Baik maupun buruk.
Cikarang Baru, 22 Dzulqa’dah 1430H/9 November 2009
Kamis, Oktober 22, 2009
Ikut Sidang gak Gampang, Apalagi Memimpin
Tanggal 20 Oktober 2009 adalah salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu dilaksanakan pelantikan Presiden dan Wapres terpilih SBY-Budiono. Sebagian besar di antara kita menunggu-nunggu masa ini. Apalagi karena MPR yang akan melantiknya mempunyai ketua baru. Seorang politikus yang pada periode sebelumnya dikenal sebagai orang yang suka bolos sidang DPR atau MPR. Kini tiba-tiba dengan keajaiban lobby politik duduk sebagai ketua lembaga yang dulu pernah menjadi lembaga tertinggi negara.
Dan keajaiban itupun terjadi. Saat semua mata memangdang ke kotak ajaib yang bernama TV. Disaksikan oleh seluruh anggota dewan yang terhormat, para pejabat negara, mantan presiden, pemimpin-pemimpin negara sahabat, dan ratusan wartawan.
Setelah itu saya membuka situs-situs berita di internet. Hampir semuanya menanggapi negatif dan menyesalkan cara memimpin sang ketua baru. Meskipun dengan kadar kehalusan yang berbeda-beda.
Salah satu komentar seorang pengamat politik saya tempelkan di status fesbuk saya, sbb:
Arbi Sanit, pengamat politik UI: "Itu bukti dia tidak punya pengalaman sama sekali dalam memimpin sidang. Tapi jangankan memimpin sidang, mengikuti sidang saja dia kan bisa dikatakan hampir tidak pernah. Oleh karenanya sangat wajar jika dia mempermalukan dirinya sendiri seperti itu," (Catatan tentang pelantikan presiden-wapres)
Bagaimana pendapat teman-teman anggota jamaah fesbukiyah?
Berikut ini sebagian kecil diantaranya. Silakan mengikuti, semoga mencerahkan.
Yudho Priyanto and Deddy Armunanto like this.
Muhamad Idham
..masih TK..wajar lah om...heheh
Darmawan 'awang' Hadi
kapasitasnya ? yah gitu deh...
Choirul Asyhar
5 tahun jadi anggota MPR jarang ikut sidang, gajinya dipotong gak ya?
Rusdian Rus
hi hi hik.... yah begitulah, payah
Heru Sukmono Hadi
TK kualitasnya dah jls cm tgkt TK,ga' bkln jd SD,SMP,dst. Saat melantik Pres n wapres,TK grogi krn sm sj melantik bosnya sndri, yg 'merestui' jlnnya ke Ket MPR. Jgn2 dia dah ngompol di podium..?
Akhmad Fuad
Susahkan baru TK tapi sudah pikun....
Choirul Asyhar
Tahun 99 ketuanya Prof. Dr. Tahun 2004 ketuanya Dr. Tahun ini ...............
Zulfikri Rodjali
urat malunya sudah putus........ ditonton jutaan orang ....baca teks aja salah apalagi tampa teks......gak kebayang.....pemimpin kaya gitu mau dibawah kemana nih negara.........
Pratomo Dono Suparto
Justru dari situ terlihat, TK adalah seorang yg lugu (jangan diartikan sbg lucu tur wagu). Mending punya pimpinan agak bodho, dari pada punya pimpinan yg suka minteri rakyat, dan kalo perlu malah rakyat yg minteri TK. Lho?
Ir Murdjoko
TK oh TK, semoga 5 th ke depan bisa memberi kontribusi buat rakyat.
Yudho Priyanto
No coment, judulnya "TK Komedian MPR Sepanjang Masa", itu bakal dicatat sejarah bangsa Indonesia, MPR dianggap sebagai media permainan, apa kata dunia! SUNGGUH MEMALUKAN
Ir Murdjoko
Meskipun begitu TK dipilih menjadi Ketua MPR menggantikan Hidayat Nur Wahid karena dianggap lebih bisa menjaga Pancasila. Semua ada plus minusnya, tergantung media melihatnya dari mana.
Yudho Priyanto
@cak Mur, semua memang ada sisi plus minus tergantung dari sudut pandang masing2, tapi yg ini keterlaluan, dalam acara yg amat penting di lembaga (ter)tinggi negara (beliau) melakukan kesalahan etika yg fatal, maaf bukan hanya kesalahan ucap tapi coba ingat2 bagaimana mimiknya setelah TK sadar telah mengucapkan kekeliruan, se olah2 itu hal biasa, itulah cermin sosok ketua MPR yg saya lihat (maaf)
Ir Murdjoko
Itu memang salah sih... Tapi itu manusiawi dan saya yakin dia pasti introspeksi. Tapi TK lebih baik dari Hidayat Nurwahid itu fakta, buktinya dia terpilih sbg Ketua MPR. Anggota MPR kan juga tidak terlalu naif dalam memilih.
Yudho Priyanto
semoga TK mau n bisa introspeksi diri, semoga juga beliau terpilih karena memang benar2 dipilih bukan karena rekayasa, analisa saya (hex5) beliau emang di "kotak" kan dg di "duduk"kan sebagai ketua MPR. Jadi memang TK harus bisa membuktikan diri bahwa "dia" adalah ketua MPR yg berkualitas dan independent, sehingga cap dia sbg tukang bolos sidang bisa sirna dan keraguan sebagian WNRI akan kemampuan dia menjadi sirna
Ir Murdjoko
Kalau dia jelek, ya tak akan berhasil terpilih. Itu logika dasarnya. Orang dipilih pasti ada lebihnya.
Pratomo Dono Suparto
Betul, memang TK punya kelebihan berat badan, kebanyakan tidur sih.......
Yudho Priyanto
@ cak Mur (maaf) galibnya memang begitu, tapi fakta tlh (banyak) membuktikan bahwa suara bisa dibeli laiknya pemilihan idol via sms, kali tepatnya "TK ketua MPR Idol", hex5 itu fakta yg tak bisa dipungkiri n ditutupi, tabik
@ kang Tomo, jangan sirik gitu dong, itu kan penyakit menurun (bukan mendatar) n menular sekaligus kekuatan TK "bisa tidursaat sidang" kita lihat saja nanti apakah rekor dia bisa tumbang ? termasuk rekor bolos sidang? hax5 dia skrg dihukum gak boleh bolos, telat n tidur lagi saat sidang, itulah cara SBY menghukum TK (baru tahu dia kalau masuk kotak), udah ah capek kasih komennya
Choirul Asyhar
Dalam demokrasi: yang terpilih tidak selalu yang terbaik. Suara seorang lulusan TK sama dengan suara seorang Doktor. Suara seorang preman nilainya sama dengan suara seorang fakih. Yang runyam lagi suara "orang kecil" (kecil intelektual, finansial, maupun moral) bisa dibeli.
Ditunggu komentar anda yang mencerahkan, agar Indonesia ke depan menjadi lebih baik lagi.
Selasa, Oktober 20, 2009
Citra
Ketika tahu ada produser film yang akan mendatangkan artis porno dari Jepang, saya menulis di status facebook saya :
"Masih ada saja yang otaknya ngeres dengan uang haram. Sudah banyak bencana gini, tak pandai mengambil hikmahnya. Malah mengundang artis porno (saya berat menulis namanya) ke negeri ini. Sebaiknya dibatalkan! Apakah kita tidak cukup ngeri dengan bencana di Sumbar?"
Ada beberapa komentar yang masuk. Diantaranya ada yang menggelitik: bahwa dia datang ke Indonesia bukan untuk membuat film porno, jadi gak perlu dipersoalkan. Begitulah intinya.
Apakah sesederhana itu?
Manusia itu makhluk hidup yang tak lepas dari apa yang dikerjakannya.
Bukan hanya sekedar makhluk hidup, tapi bahkan dia makhluk hidup berakal. Diberi kebebasan memilih mau jadi apa. Lalu dia adalah apa yang dia pilih itu.
Kalau si fulan jadi artis, lalu terkenal, kemana-mana perhatian orang tertuju padanya . Ini karena keartisannya. Bukan karena kemanusiannya.
Kalau saya, sebagai guru kemana-mana, gak bakalan ada yang memperhatikan saya kecuali beberapa gelintir murid saya yang masih ingat saya. Bukan karena kemanusiaan saya tapi karena saya pernah jadi guru mereka. Karena profesi saya.
Saya dan Anda semua pasti cuek saja kalau tiba-tiba SBY nongol di pasar kaget, kalau saja dia bukan seorang presiden. Sebaliknya Anda akan memusatkan perhatian ke saya ketika saya tiba-tiba nongol di sebuah keramaian, jika saja saya sudah jadi presiden. (ngarep….! Amiiinnn….)
Jadi manusia tak bisa dilepaskan dari nilai yang dia bawa.
Jadi kalau ada yang berfikir: artis porno boleh saja diundang masuk ke Indonesia, karena dia toh di sini nanti tidak membuat film porno. Ini adalah logika yang tidak masuk di kepala saya. Karena manusia selalu membawa predikat-predikat dominan tertentu yang dia miliki.
Jika logika bahwa manusia itu bebas-nilai diterapkan dengan fair maka mari kita renungkan hal ini: Bagaimana jika takmir masjid Istiqlal mengundang Usama Bin Ladin untuk mengisi khotbah Jum’at?
Pasti banyak yang menolak. Meskipun yang mengundang adalah tokoh-tokoh agama Islam di Indonesia. Dan mereka memberikan personal guarantee, bahwa Usama Bin Ladin cuma mau khutbah Jum’at, thok.
Kenapa? Karena Usama Bin Ladin tidak pernah bisa dilepaskan dengan apa yang telah dicitrakan kepada dirinya yaitu fundamentalis.
Kalau Usamah bin Ladin tak bisa dilepaskan dengan citra fundamentalisnya, kenapa si artis porno tiba-tiba mau dilepaskan dari citra pornonya?
Cikarang Baru, 24 Syawal 1430H/13 Oktober 200

