Jumat, Januari 23, 2009

256 Israel Tewas dan 1327 Cedera Selama Perang Gaza

Kepala Shin Bet: “Israel Kalah Telak dalam Perang 22 Hari."

Perang 22 hari telah berakhir sementara ini. Tanggal 19 Januari Zionis Yahudi mengumumkan gencatan senjata sepihak. Hamas pun menerimanya dengan syarat dalam sepekan Zionis Yahudi harus menarik seluruh tentaranya dari Gaza. Jika tidak, maka gencatan senjata sepihak itupun boleh diabaikan.

Agaknya, Israel sadar bahwa mereka telah kalah dalam peperangan ini. Peperangan yang oleh Hamas diberi nama Harb al Furqon. Perang pembeda. Pembeda antar haq dan bathil, antara teman dan lawan, antara sebelum dan sesudah perang.

Yuval Diskin, kepala Shin Bet, Agen Keamanan Israel, mengakui Israel telah kalah dalam perang 22 hari ini. Muqawama Palestina mengkonfirmasikan 256 orang Israel tewas selama perang di Gaza. Televisi Al-Alam mengutip pengumuman yang dikeluarkan berbagai kelompok pejuang Palestina melaporkan, dari 256 korban di pihak Rezim Zionis Israel, 203 berasal dari tentara dan 53 warga sipil, sementara 1327 lainnya cedera selama perang 22 hari. Korban tewas Zionis diakibatkan terjangan roket pejuang Palestina atau karena kontak senjata. Berdasarkan laporan ini, kelompok pejuang Palestina juga berhasil mengoperasikan 191 ranjau selama perang berlangsung.

Berkaitan dengan itu, Wartawan Koran dan Pakar Militer, Avi Vaksman dalam artikelnya yang dimuat Koran Maariv menulis, media Israel sama sekali tidak menyinggung jumlah korban tewas dan luka di pihaknya guna menjaga mental militer Zionis. Vaksman menambahkan, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert hanya mengkonfirmasikan tewasnya 10 tentara Israel meski jumlah mereka lebih dari 100 orang. Situs Zionis, Debka milik Dinas Intelijen Israel kendati menyatakan tingginya tingkat kerugian yang diderita militer Zionis dalam serangan ke Gaza, namun mereka hanya menyebutkan lebih dari 40 militer Zionis menderita cacat permanen akibat diterjang mortir pejuang Palestina. (Irib)

Senin, Januari 19, 2009

Serangan Israel ke Gaza Sudah Sering Dilakukan

Benarkan serangan Zionis Israel 27 Desember 2008 hanya reaksi atas serangan roket Hamas? Ini adalah kebohongan yang kesekian kali.

Lihatlah video dari Aljazeera ini. Serangan udara Zionis Israel di Gaza ini dilakukan pada tanggal 17 Mei 2007. Lihatlah kebrutalannya. Lihatlah siapa korbannya. Kebrutalan memang selalu nampak dalam setiap serangan mereka. Pantaslah kalau Zionis Israel mendapat kecaman dari seluruh dunia.

Minggu, Januari 18, 2009

Abbas Boikot KTT: Aneh tapi Wajar!

Oleh: Choirul Asyhar

Perang apa yang terjadi di Palestina 27 Desember 2008 sampai hari ini?
Perang Palestina melawan Penjajah Zionis Yahudi?
Jawabannya ya dan tidak.

Ya, jika yang dimaksud sebagai Palestina adalah Hamas. Hamas adalah Palestina dan Palestina adalah Hamas.

Tidak, jika yang dimaksud Palestina adalah semua kelompok masyarakat non Hamas dan Hamas sendiri. Karena yang diperangi Israel hanya Hamas. Dan yang melakukan perlawanan terhadap penyerang -Zionis Yahudi- hanya Hamas. Jadi, ini adalah perang antara Hamas melawan Zionis Yahudi? Betul! Lalu di balik Yahudi ada Amerika dan sekutu-sekutunya. Termasuk di dalamnya, meskipun tidak nyata, ada konsporasi Mesir dan Saudi Arabia. Juga ada pemerintah Palestina sendiri di bawah presiden Mahmoud Abbas.

Maka wajar ketika negara-negara Arab mengadakan KTT luar biasa di Doha, Qatar, ada 3 negara yang sebenarnya berperan penting tidak hadir. Yaitu Mesir, Saudi Arabia dan Pemerintah Otoritas Palestina di bawah Presiden Abbas sendiri.

Mesir kita sudah tahu, di bawah Presiden Housni Mubarrak menutup perbatasan Gaza dengan Rafah, sehingga bangsa Palestina (Hamas) tidak bisa menghirup udara segar di Mesir. Padahal di negerinya sendiri sudah 2 tahun mengalami blokade, pembatasan pasokan air bersih, makanan obat-obatan dan listrik dari Penjajah Zionis. Sampai Israel menyerbu Gaza tanggal 27 Desemberpun, Mesir tak mau membuka perbatasannya. Entah ada kebusukan apa di kepala Presiden Mesir ini.

Saudi Arabia juga kasat mata tidak pernah terang-terangan membela Palestina. Doa sering dipanjatkan tapi tidak jelas dalam dukungan selain itu. Bahkan demostrasi dukungan terhadap Palestina pun difatwakan haram oleh Syekh Shalih Al Fauzan ulama besar Saudi karena dianggap termasuk membuat kerusakan di muka bumi. Kalaupun ada dukungan materi kepada Palestina di satu sisi, disisi lain dukungan terhadap Amerika sekutu Israel Zionis pun tak pernah absen. Jadi tak jelas sebenarnya Raja Saudi ini sedang berjuang untuk apa dan siapa.

Presiden Mahmoud Abbas juga kelihatannya kehabisan kesabarannya untuk terus berjihad merebut kemerdekaan. Dia sudah capek dan pengen hidup tenang dan ayem. Yaitu dengan mengakui keberadaan Isael dan cukup puas Palestina menjadi negara secuil yang kurang lebih hanya 25% dari total negerinya sebelum perang 1947. Maka dia sangat geram dengan Hamas yang tidak kunjung mau mengakui keberadaan Israel dan gigih melakukan gerakan perlawanan. Bahkan meskipun menang Pemilu, PM Ismail Haniyya dari Hamaspun dipecat. Juga menteri-menteri Hamas lainnya. Sementara anggota-anggota Parlemen dari Hamas dijebloskan ke dalam penjara. Maka kini, meskipun aneh, menjadi wajar ketika dia tidak datang dalam KTT yang diadakan justru untuk membicarakan bagaimana membantu rakyat negerinya di Gaza dari genocide yang dilakukan oleh Zionis Yahudi Israel. Aneh, karena dia terkesan tak perduli dengan nasib rakyatnya. Wajar, karena yang dimaksud sebagai rakyatnya -yang sedang dibantai oleh Israel- adalah pengikut Hamas.

Jadi analisis bahwa serangan Israel adalah hasil konspirasi AS dan sekutu-sekutunya termasuk Saudi, Mesir dan Otoritas Palestina sendiri hanya menunggu waktu pembuktiannya. Kecuali jika mereka melakukan tindakan yang berbeda 180 derajat dalam penyesalan dan kesadarannya.

Mari kita amati dan cermati saja berita yang terus berseliweran. Semua fakta akan berjalin berkelindan untuk membuat rajutan buruk dan berbau busuk yang bernama konspirasi itu. Ataukah Allah memberikan hidayah -semoga- sehingga berubah menjadi rajutan indah yang berwujud persatuan negara-negara Arab dalam membela saudara-saudaranya di Gaza dan mengenyahkan penjajah Zionis Israel dari bumi Palestina.

Ismail Haniyya pernah berkata, bahwa perang ini adalah harb al furqon. Perang pembeda. Yang akan membedakan dengan tegas siapa teman dan siapa yang bukan. Setelah Palestina yang dimotori Hamas mencapai kemenangan dengan izin Allah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilham.

Cikarang Baru, 18 Januari 2009

Kamis, Januari 15, 2009

Lihat Kerusakan Di Muka Bumi oleh Yahudi Zionis

PBB Unjuk Gigi: Ancam Israel ke Pengadilan Internasional

Agresi Israel semakin banyak mendapatkan kecaman. Palestina semakin banyak mendapat dukungan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan PBB akhirnya unjuk gigi mengancam Israel diajukan ke Mahkamah International sebagai penjahat perang. Semoga berhasil.... dan wacana ini terus bergaung ke seluruh dunia disuarakan oleh para pemimpin yang hatinya belum mengeras seperti batu (Choirul Asyhar)

INILAH.COM, London – Gagal menghentikan konflik Israel-Palestina di Gaza tak menyurutkan usaha Perserikatan Bangsa Bangsa. Mereka siap mengambil tindakan tegas dengan menyeret Israel ke pengadilan internasional atas pelanggaran HAM.

Dalam sidang umum berikutnya, PBB berharap bisa mendapatkan nasihat dari International Court of Justice (ICJ) mengenai kasus itu. Suratkabar Inggris The Guardian, Rabu (14/1) mengutip dari Deplu Inggris bahwa mereka mendapat tekanan dari penasihat hukum untuk mengikuti hasil konsultasi ICJ.

“Masalah ini sudah siap dibahas. Kami telah meminta penyelidikan berdasarkan bukti yang ada,” ujar sumber Departemen Luar Negeri Inggris yang namanya tak ingin disebutkan.
Beberapa pengacara kelas internasional mengirimkan surat kepada PM Inggris Gordon Brown untuk segera mengakhiri konflik Gaza.

“Pemerintah Inggris memiliki kewajiban mematuhi hukum internasional dan menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional,” demikian kutipan dari surat itu. Para pengacara itu berpendapat, Israel melanggar hukum internasional. Sebab mereka secara langsung menyerang rakyat sipil dan gagal membuat diskriminasi antara rakyat sipil dan pejuang Hamas.

Reporter spesial PBB di Palestina Richard Falk, mengatakan, Israel adalah penjahat kemanusiaan. Falk yang keturunan Yahudi itu, bahkan meminta Pengadilan Kriminal Internasional menyeret pimpinan Israel beserta komando militernya untuk diadili.
“Ada pemahaman bahwa serangan Israel ke Gaza dan taktik yang mereka gunakan merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB, Konvensi Jenewa, hukum internasional, dan hukum kemanusiaan internasional,” ujar Falk.

Falk diusir oleh pemerintah Israel karena kritik tajamnya terhadap kebijakan luar negeri Israel untuk Palestina, penduduk asli di wilayah sengketa itu. “Ahli hukum independen berpendapat Israel merupakan kekuatan yang menjajah,” imbuhnya.[vin/nuz]