Oleh: Choirul Asyhar
Target utama Zionis Yahudi memerangi Hamas adalah mengusir bangsa Palestina. Semua bangsa non-Yahudi, terutama Arab termasuk di dalamnya Hamas harus keluar dari tanah mereka sendiri yang kini diklaim sebagai negara Israel.
Ini bukan rahasia lagi, politik rasialis yang sama dengan politik Apartheid di Afsel sebelum pemerintaha Nelson Mandela adalah 'kitab suci' penjajah Yahudi ini. Maka genosida dilakukan. Maka bom phospor putih dijatuhkan. Juga ujicoba senjata baru yang tidak membunuh, tapi membuat anak-anak Palestina cacat permanen. Dr. Yose Rizal dari Mer-C yang baru pulang dari Gaza dalam misi kemanusiaannya dalam wawancara di TV One, menyaksikan banyaknya korban anak-anak yang melepuh pada bagian pinggul ke bawah. Bahkan hancur seperti daging tetelan. Tak ada lagi cara penyelematan kecuali diamputasi. Tampaknya Zionis Yahudi menunjukkan kebiadabannya dengan memberi 'tanda mata' yang memilukan orang yang menyaksikannya, yaitu dengan memberi kecacatan permanen yang memprihatinkan.
Maka tak mengherankan pula ketika Zionis Yahudi ini menghancurkan gedung-gedung dan infrastruktur lainnya milik PBB di Gaza
Pejabat PBB mengumumkan bahwa PBB akan melakukan investigasi soal serangan Israel terhadap gedung-gedung PBB selama agresi di Gaza. John Holmes, pejabat urusan kemanusiaan di PBB kemarin Senin (2/2) mengatakan bahwa PBB sedang menunggu hasil penyelidikan oleh pihak pemerintah penjajah di Israel soal pengeboman terhadap gudang miliki badan bantuan PBB bagi pengungsi Palestina (UNRWA) dan sebuah sekolah milik PBB. Namun ia mengatakan bahwa PBB sendiri juga akan menyelidiki pengeboman ini.
Sementara itu, Karen Abu Zaid, Direktur, "UNRWA", mengatakan badan yang dipimpinnya memperkirakan nilai kerusakan akibat serangan Israel delapan tahun terakhir ini sekitar satu juta dolar. Ia menambahkan, kami telah meminta kepada Israel untuk membayar kompensasi lebih banyak setelah serangan terakhir. Sebab gudang kami menderita kerugian lebih banyak, katanya.
Abu Zaid mengatakan bahwa enam pesawat tanpa awak milik penjajah Israel setiap hari melintas di atas Gaza selama serangan yang berlangsung tiga pekan. Israel mencari alasan bahwa ini hanya sebuah kesalahan. Namun ketika terjadi bom di kantor pusat PBB di Palestina selama beberapa jam menguatkan indikasi bahwa hal itu lebih dari kesalahan. Karenanya PBB akan melakukan investigasi sendiri.
Kenapa gudang UNRWA dibom? Karena di dalamnya berisi ratusan ton bantuan kemanusiaan. Dan kini semuanya terbakar oleh bom. Jika bantuan kemanusiaan dibom, maka siapakah geranga yang melakukan pengeboman itu, kalau bukan musuh kemanusiaan itu sendiri?
Selasa, Februari 03, 2009
Zionis Yahudi Musuh Kemanusiaan
Kamis, Januari 15, 2009
PBB Unjuk Gigi: Ancam Israel ke Pengadilan Internasional
Agresi Israel semakin banyak mendapatkan kecaman. Palestina semakin banyak mendapat dukungan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan PBB akhirnya unjuk gigi mengancam Israel diajukan ke Mahkamah International sebagai penjahat perang. Semoga berhasil.... dan wacana ini terus bergaung ke seluruh dunia disuarakan oleh para pemimpin yang hatinya belum mengeras seperti batu (Choirul Asyhar)
INILAH.COM, London – Gagal menghentikan konflik Israel-Palestina di Gaza tak menyurutkan usaha Perserikatan Bangsa Bangsa. Mereka siap mengambil tindakan tegas dengan menyeret Israel ke pengadilan internasional atas pelanggaran HAM.
Dalam sidang umum berikutnya, PBB berharap bisa mendapatkan nasihat dari International Court of Justice (ICJ) mengenai kasus itu. Suratkabar Inggris The Guardian, Rabu (14/1) mengutip dari Deplu Inggris bahwa mereka mendapat tekanan dari penasihat hukum untuk mengikuti hasil konsultasi ICJ.
“Masalah ini sudah siap dibahas. Kami telah meminta penyelidikan berdasarkan bukti yang ada,” ujar sumber Departemen Luar Negeri Inggris yang namanya tak ingin disebutkan.
Beberapa pengacara kelas internasional mengirimkan surat kepada PM Inggris Gordon Brown untuk segera mengakhiri konflik Gaza.
“Pemerintah Inggris memiliki kewajiban mematuhi hukum internasional dan menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional,” demikian kutipan dari surat itu. Para pengacara itu berpendapat, Israel melanggar hukum internasional. Sebab mereka secara langsung menyerang rakyat sipil dan gagal membuat diskriminasi antara rakyat sipil dan pejuang Hamas.
Reporter spesial PBB di Palestina Richard Falk, mengatakan, Israel adalah penjahat kemanusiaan. Falk yang keturunan Yahudi itu, bahkan meminta Pengadilan Kriminal Internasional menyeret pimpinan Israel beserta komando militernya untuk diadili.
“Ada pemahaman bahwa serangan Israel ke Gaza dan taktik yang mereka gunakan merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB, Konvensi Jenewa, hukum internasional, dan hukum kemanusiaan internasional,” ujar Falk.
Falk diusir oleh pemerintah Israel karena kritik tajamnya terhadap kebijakan luar negeri Israel untuk Palestina, penduduk asli di wilayah sengketa itu. “Ahli hukum independen berpendapat Israel merupakan kekuatan yang menjajah,” imbuhnya.[vin/nuz]

